Menurut UNDP, IPM mengukur pencapaian hasil pembangunan dari suatu daerah/wilayah dalam tiga dimensi dasar pembangunan yaitu lamanya hidup, pengetahuan/tingkat pendidikan dan standard hidup layak. Besarnya nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu ukuran tentang capaian tingkat kesejahteraan masyarakat yang ditinjau dari tingkat pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Unsur-unsur pembentuk IPM Kota Semarang dari tahun 2009-2011 cenderung mengalami peningkatan. IPM Kota Semarang dari tahun 2009-2011 memiliki nilai lebih tinggi daripada IPM Jawa Tengah tahun 2009-2011, Tahun 2009 IPM Kota Semarang mencapai 79,60 lebih tinggi dari IPM Jawa Tengah yang hanya 72,10. Sementara itu tahun 2010 IPM Kota Semarang mencapai 77,11 dan IPM Jawa Tengah mencapai 72,49. Begitu pula tahun 2011 IPM Kota Semarang mencapai 77.42 dan IPM Jawa Tengah mencapai 72.94. Unsur-unsur pembentuk IPM Kota Semarang selengkapnya sebagai berikut :

Indeks Pembangunan Manusia di Kota Semarang Tahun 2009-2011

No

Kategori

2009

2010

2011

1

UHH (th)

72,07

72,13

72.18

2

Lama Sekolah (th)

9,98

9,98

10.11

3

Angka melek huruf (%)

96,44

96,44

96.47

4

Daya beli (ribu Rp)

644,63

646,94

649.21

IPM Kota Semarang

76,90

77,11

77.42

IPM Jawa Tengah

72,10

72,49

72.94

Sumber : BPS Jawa Tengah Tahun 2012

Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain yang ada di Jawa Tengah, IPM Kota Semarang tahun 2011 merupakan tertinggi kedua setelah Kota Surakarta. Perbandingan IPM kabupaten/ kota di Jawa Tengah tahun 2011 dapat dilihat dalam grafik berikut.

Grafik 3.1  Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota Di Jawa Tengah Tahun 2011

Sumber: BPS Jawa Tengah Tahun 2012