IPG merupakan suatu indikator yang menjelaskan bagaimana penduduk suatu wilayah mempunyai kesempatan untuk mengakses hasil dari suatu pembangunan sebagai bagian dari haknya dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya dengan membedakan capaian antara laki-laki dan perempuan.

Indeks Pembangunan Gender (IPG) adalah indeks pencapaian kemampuan dasar pembangunan manusia yang sama seperti IPM, hanya saja data yang ada dipilah antara laki-laki dan perempuan. IPG digunakan untuk mengetahui kesenjangan pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan.  Dikatakan tidak ada kesenjangan pembangunan apabila nilai IPG sama dengan IPM. Pada kurun waktu 2009-2011 capaian IPG Kota Semarang cenderung mengalami kenaikan. Tahun 2009 IPG Kota Semarang sebesar 71,42 meningkat menjadi 72,47 pada tahun 2011.

Grafik 3.1 Indeks Pembangunan Gender Kota Semarang Tahun 2009-2011

Sumber : Kementerian PP dan PA Tahun 2012

Dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Semarang tahun 2011 berada diposisi lima, lebih rendah dibandingkan dengan Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang dan Kabupaten Semarang. Selengkapnya dapat dilihat dalam grafik berikut.

Grafik 3.2  Indeks Pembangunan Gender Kabupaten/Kota Di Jawa Tengah Tahun 2011

Sumber : Kementerian PP dan PA Tahun 2012 (diolah)