Sebagai upaya mengendalikan jumlah kelahiran dan mewujudkan keluarga kecil yang sehat dan sejahtera, pemerintah melakukan konsep pengaturan jarak kelahiran atau pembatasan kelahiran dengan program Keluarga Berencana (KB). Pada tahun 2012, jumlah PUS yang berhasil didata oleh Puskesmas sebanyak 259.120, angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu sebanyak 246.618. Yang menjadi peserta KB baru sebanyak 36.298 orang (14%) dengan jumlah peserta KB aktif yang dibina sebesar 194.423 orang (75,0%).

Jenis kontrasepsi yang digunakan oleh peserta KB baru dan peserta KB aktif adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Persentase Peserta KB menurut Penggunaan Jenis Alat Kontrasepsi Di Kota Semarang Tahun 2012

Jenis Kelamin

Jenis Alat Kontrasepsi

Peserta KB Baru

Peserta KB Aktif

Perempuan

Suntik

55,7%

58,1%

Pil

16,4%

15,5%

IUD

10,4%

6,8%

Implant

5,5%

5,9%

MOW

3,9%

4,4%

Jumlah

91,9%

90,6%

Laki-laki

Kondom

8,0%

8,3%

MOP

0,1%

1,2%

Jumlah

8,1%

9,4%

Sumber: Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2012

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa pemakaian kontrasepsi suntik merupakan yang tertinggi karena dipandang praktis dan juga cepat dalam mendapatkan pelayanannya. Penggunaan alat kontrasepsi pria yaitu kondom dan MOP masih sangat sedikit. Hal ini disebabkan banyak suami yang masih menganggap bahwa istri saja yang mempunyai kewajiban untuk menggunakan kontrasepsi dalam pengaturan kelahiran anak.