Penyandang cacat di Kota Semarang tahun 2012 sebanyak 3.557 orang. Penyandang cacat ini terdiri dari cacat tubuh sebanyak 862 orang, tuna netra sebanyak 806 orang, cacat mental sebanyak 667 orang dan cacat ganda sebanyak 528 orang. Jumlah penyandang cacat yang semakin bertambah menunjukkan keberhasilan dinas sosial dalam melakukan identifikasi. Penyandang cacat sering kali terpinggirkan karena keadaan fisik dan mental mereka, sehingga perlu mendapat perhatian khusus karena mereka memiliki kebutuhan yang berbeda. Kebutuhan yang berbeda ini harus mendapat perhatian dari semua institusi pemerintah, sehingga kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.

 Tabel 3.1 Jumlah Penyandang Cacat Di Kota Semarang

Tahun

Jenis Cacat

Tubuh

Tuna Netra

Mental

Tuna Rungu

Ganda

Jumlah

2012

862

806

667

694

528

3.557

2011

758

390

980

526

94

2.748

2010

378

192

245

214

97

1.126

2009

612

349

422

309

81

1.773

2008

616

346

416

320

86

1.784

Sumber : BPS Kota Semarang Tahun 2013

Penyandang masalah kesejahteraan sosial sering mendapatkan perlakuan diskriminatif dalam memperoleh pelayanan dari pemerintah. Di kota Semarang hingga tahun 2012 terdapat 790 orang gelandangan dan pengemis, 978 orang tunasusila, 461 orang bekas napi, 508 orang korban bencana alam dan 26.518 fakir miskin. Penyandang masalah kesejahteraan sosial ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah, selain agar jumlahnya tidak bertambah, mereka juga harus mendapatkan bimbingan dan pelatihan sehingga mereka bisa keluar dari permasalahan sosial yang dihadapinya.

Tabel 3.2 Permasalahan Kesejahteraan Sosial di Kota Semarang

Tahun

Gelandangan dan Pengemis

Tuna Susila

Waria

Bekas napi

Korban bencana Alam

Fakir Miskim/ Keluarga Miskin

2012

790

978

-

461

508

26.518

2011

174

788

-

133

369

437.027

2010

179

665

-

174

11.563

85.947

2009

17

364

11

180

26.439

86.446

2008

13

729

-

172

26.438

82.499

Sumber : BPS Kota Semarang Tahun 2013