A. Pelaksanaan Tahun 2012

Tahun 2012, Walikota Semarang secara khusus telah menginstruksikan kepada semua Kepala SKPD mulai tahun 2012 menerapkan perencanaan responsif gender, dengan membuat pilot project 22 SKPD, dan terus berlanjut hingga kapanpun pemerintahan ini ada. Ini disadari karena perencanaan dan penganggaran responsif gender bukanlah suatu upaya penyusunan rencana dan anggaran gender yang terpisah. Perencanaan dan penganggaran responsif gender merupakan suatu pendekatan analisis kebijakan untuk mengetahui perbedaan kondisi dan kebutuhan perempuan dan laki-laki yang kemudian dilengkapi oleh penyusunan intervensi kebijakan untuk menutupi dan mengurangi permasalahan dan kesenjangan yang dialami perempuan dan laki-laki. Berkaitan dengan hal tersebut guna mepercepat pelaksanaan PPRG ini maka dilaksanakan Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender diikuti sebanyak 22 SKPD.

Tujuan dari kegiatan Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender tahun 2012 adalah:

  1. Meningkatkan pemahaman, dan ketrampilan aparat perencana 22 SKPD yang menjadi pilot proyek PPRG mengenai konsep, filosofi, strategi dan alat Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG);
  2. Meningkatkan Sense of Bilonging aparat perencana SKPD tentang anggaran yang berpihak pada kelompok rentan. Output dari kegiatan ini adalah sebanyak 22 aparat perencana SKPD memiliki pemahaman, dan ketrampilan mengenai konsep, filosofi, strategi dan alat Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).

Output dari kegiatan Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender adalah sebanyak 22 aparat perencana SKPD memiliki pemahaman, dan ketrampilan mengenai konsep, filosofi, strategi dan alat Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).

Penyelenggaraan Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender bertempat di Bappeda Kota Semarang selama 3 hari, dengan jumlah Peserta secara keseluruhan sebanyak 23 SKPD (terdapat tambahan 1 SKPD dari rencana awal sebanyak 22 SKPD), yaitu:

  1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
  2. Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan KB
  3. Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
  4. Dinas Pendidikan
  5. Dinas Kesehatan
  6. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  7. Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga
  8. Dinas Tata Kota dan Perumahan
  9. Dinas Bina Marga
  10. Dinas Pertanian
  11. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi
  12. Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota
  13. Bagian Hukum
  14. Kantor Ketahanan Pangan
  15. Dinas Pengelolaan Sumberdaya Alam, Energi dan Sumberdaya Mineral
  16. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
  17. Dinas Kelautan dan Perikanan
  18. Badan Lingkungan Hidup
  19. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
  20. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  21. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
  22. Kecamatan Semarang Tengah
  23. Kantor Inspektorat

Materi yang disampaikan pada pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender meliputi :

  1. Gender dalam Pembangunan
  2. Kebijakan Pembangunan Responsif Gender
  3. Manajemen Berbasis Kinerja
  4. Data Pembuka Wawasan dan Praktek Memahami Data
  5. Perencanaan Responsif Gender
  6. Penganggaran Responsif Gender
  7. Analisis Gender (GAP) dan Latihan menyusun GAP
  8. Gender Budget Statement (GBS) dan Latihan menyusun GBS
  9. Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Selain dilakukan pelatihan terhadap perwakilan 23 SKPD, tahun 2012 juga diselenggarakan roadshow. Penyelenggaraan roadshow Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender di Kota Semarang tahun 2012 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan aparat di SKPD mengenai konsep, filosofi, strategi dan alat Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Output dari kegiatan roadshow Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender di Kota Semarang yaitu aparat SKPD memiliki pemahaman, dan ketrampilan mengenai konsep, filosofi, strategi dan alat Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).

Penyelenggaraan roadshow Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender telah dilaksanakan ke 23 SKPD yang menjadi pilot project pelatihan perencanaan dan penganggaran responsif gender tahun 2012. Penyelenggaraan roadshow PPRG dilaksanakan di masing-masing SKPD dengan peserta perwakilan dari masing-masing bidang di SKPD yang bersangkutan.

Berikut ini adalah rincian 23 SKPD yang telah dilaksanakan Roadshow PPRG di SKPD yang bersangkutan, yaitu:

  1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
  2. Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan KB
  3. Dinas Pendidikan
  4. Dinas Kesehatan
  5. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  6. Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga
  7. Dinas Tata Kota dan Perumahan
  8. Dinas Bina Marga
  9. Dinas Pertanian
  10. Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota
  11. Bagian Hukum
  12. Kantor Ketahanan Pangan
  13. Dinas Pengelolaan Sumberdaya Alam, Energi dan Sumberdaya Mineral
  14. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
  15. Dinas Kelautan dan Perikanan
  16. Badan Lingkungan Hidup
  17. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
  18. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  19. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
  20. Kecamatan Semarang Tengah
  21. Kantor Inspektorat
  22. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
  23. Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Materi yang disampaikan pada roadshow Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender sama dengan materi yang disampaikan pada saat pelatihan PPRG yang diselenggarakan di Bappeda, meliputi:

  1. Gender dalam Pembangunan
  2. Kebijakan Pembangunan Responsif Gender
  3. Manajemen Berbasis Kinerja
  4. Data Pembuka Wawasan dan Praktek Memahami Data
  5. Perencanaan Responsif Gender
  6. Penganggaran Responsif Gender
  7. Analisis Gender (GAP) dan Latihan menyusun GAP
  8. Gender Budget Statement (GBS) dan Latihan menyusun GBS
  9. Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Penyelenggaraan roadshow Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender memperoleh tanggapan yang berbeda-beda dari masing-masing SKPD. Sebagian SKPD siap mengikuti roadshow PPRG secara intensif, sebagian SKPD lainnya kurang siap untuk menerima materi perencanaan dan penganggaran responsif gender. Terjadi pula kesalahan komunikasi antara narasumber dengan pihak SKPD sebagai penyelenggara, sehingga kegiatan roadshow di SKPD yang bersangkutan tertunda pelaksanaannya. Faktor kesibukan SKPD juga menjadi penyebab ketidaksesuaian jadwal dengan waktu pelaksanaan roadshow. Di beberapa SKPD terjadi penundaan pelaksanaan roadshow akibat jadwal yang disusun semula bersamaan dengan kegiatan lain yang ada di SKPD dan kesibukan di SKPD yang bersangkutan.

Beberapa kekurangsiapan peserta pada sebagian SKPD dalam mengikuti roadshow PPRG terlihat dari hal-hal sebagai berikut:

  1. Pemahaman tentang PPRG secara umum masih lemah, respon terhadap road show pun masih perlu ditingkatkan. Salah satu penyebabnya adalah PPRG belum menjadi bagian dari proses perencanaan penganggaran.
  2. Peserta yang menghadiri roadshow PPRG di SKPD kurang dari 10 orang, sehingga harapan untuk peningkatan pemahaman pada aparatur SKPD mengenai konsep gender, pengarustamaan gender, dan anggaran responsif gender belum sepenuhnya berhasil.
  3. Tingkat keaktifan peserta dalam mengikuti roadshow PPRG di sebagian SKPD masih kurang, terlihat dari kemauan untuk praktek dalam berlatih melakukan analisis gender menggunakan instrumen Gender Analysis Patheway (GAP) dan menyusun Gender Budget Statement (GBS) masih kurang bersemangat.
  4. Tingkat partisipasi peserta dalam mengikuti roadshow PPRG di sebagian SKPD masih kurang terlihat dari tingkat kehadiran pada saat mulai penyampaian materi, pelaksanaan praktek penyusunan GAP dan GBS, dan review terhadap hasil pekerjaan yang disusun peserta.

Beberapa penyebab kekurangsiapan peserta pada sebagian SKPD dalam mengikuti roadshow PPRG adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan yang kurang dari peserta karena undangan disampaikan mendadak oleh pihak penyelenggara walaupun jadwal pelaksanaan sudah diberitahukan ke SKPD yang bersangkutan melalui surat kepala Bappeda jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan roadshow PPRG.
  2. Adanya pemahaman dari aparatur di SKPD yang memandang bahwa pengetahuan tentang gender tidak terlalu penting, sebab selama ini mereka memandang tidak membeda-bedakan laki-laki perempuan dalam melaksanakan kegiatan (mereka sudah menganggap kegiatan yang mereka selenggarakan sudah responsif gender/gender bias).
  3. Banyaknya kegiatan yang harus mereka kerjakan pada hari yang sama bertepatan dengan pelaksanaan roadshow PPRG di SKPD mereka, sehingga terpaksa harus mondar-mandir keluar masuk dalam mengikuti roadshow PPRG dan kurang intensif dalam menerima materi dan melakukan praktek penyusunan GAP dan GBS.
  4. Pada sebagian SKPD pada saat pelaksanaan roadshow PPRG tidak didampingi oleh Bappeda karena kesibukan banyaknya pekerjaan pada Bappeda, sehingga SKPD yang sedang melaksanakan roadshow PPRG merasa kurang mendapatkan perhatian, dan menganggap anggaran responsif gender tidak benar-benar diterapkan dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan daerah.

 

B. Pelaksanaan Tahun 2013

Tahun 2013 Pelatihan Penyusunan Strategi Anggaran Responsif Gender Kota Semarang diikuti oleh 24 SKPD. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang konsep gender, konsep PUG, mekanisme pelaksanaan PUG di daerah, data pembuka wawasan, cara menyusun isu gender, manajemen berbasis kinerja, pentingnya pelaksanaan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender dan integrasi perencanaan penganggaran responsif gender dalam dokumen perencanaan penganggaran. Peserta pelatihan ini berasal dari :

  1. BadanKepegawaianDaerah.
  2. BadanPenanggulangan BencanaDaerah.
  3. BadanPelayananPerijinanTerpadu.
  4. BadanKesbangpol danLinmas
  5. Dinas Kebakaran.
  6. DinasPeneranganJalandanPengelolaanReklame.
  7. Dinas Pasar.
  8. SekretariatDewan.
  9. SatuanPolisiPamongPraja.
  10. KantorPerpustakaandanArsip.
  11. KantorPendidikandanPelatihan.
  12. RumahSakitUmumDaerah.
  13. BagianPengolahDataElektronik.
  14. BagianTataPemerintahan.
  15. BagianOtonomiDaerah.
  16. BagianUmumdanProtokol.
  17. BagianPerekonomian.
  18. BagianPembangunan.
  19. BagianRumahTangga danSantel.
  20. BagianKesra.
  21. BagianKerjasama.
  22. BagianPerlengkapan.
  23. BagianOrganisasi.
  24. BagianHumas.

Materi pelatihan yang diberikan kepada peserta adalah :

  1. Gender, Konsep dan Filosofi
  2. Data Pembuka Wawasan
  3. Isu Gender
  4. Manajemen Berbasis Kinerja
  5. Anggaran Responsif Gender
  6. Kinerja Pencapaian Indikator Pembangunan Manusia dan Gender Provinsi Jawa Tengah
  7. Perencanaan Penganggaran Responsif Gender dan Integrasi ke dalam Dokumen Perencanaan Penganggaran
  8. Penyusunan Gender Analysis Pathaway , Gender Budget Statement dan Kerangka Acuan Kerja
  9. Integrasi Gender Analysis Pathaway , Gender Budget Statement dan Kerangka Acuan Kerja dalam dokumen perencanaan pembangunan.

Selain pelatihan, tahun 2013 juga diadakan roadshow terhadap 24 SKPD yang telah mengikuti pelatihan. Mekanisme yang diaplikasikan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan melakukan in-house training kepada perwakilan masing-masing bidang mengenai Gender, Pengarusutamaan Gender, Perencanaan Penganggaran Responsif Gender serta penyusunan Gender Analysis Pathaway, Gender Budget Statement dan Kerangka Acuan Kerja.

 

C. Pelaksanaan Tahun 2014

Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender yang harus dilakukan tahun 2014 di Kota Semarang yaitu sebagai berikut :

  1. Penyelenggaraan koordinasi Kelompok Kerja Pengarustamaan Gender (Pokja PUG) sebanyak dua kali dalam setahun dalam rangka memperkuat komitmen penyelenggaraan anggaran responsif gender di Kota Semarang.
  2. Penyelenggaraan koordinasi tim teknis Pokja PUG sebanyak empat kali dalam setahun untuk mengecek tingkat kemajuan penyelenggaraan anggaran responsif gender di masing-masing SKPD.
  3. Peningkatan kapasitas tim teknis Pokja PUG melalui pelatihan perencanaan dan penganggaran responsif gender di tingkat kota pada tahun 2014,  yaitu:
  1. Kecamatan Mijen
  2. Kecamatan Gunungpati
  3. Kecamatan Banyumanik
  4. Kecamatan Gajahmungkur
  5. Kecamatan Semarang Selatan
  6. Kecamatan Candisari
  7. Kecamatan Tembalang
  8. Kecamatan Pedurungan
  9. Kecamatan Genuk
  10. Kecamatan Gayamsari
  11. Kecamatan Semarang Timur
  12. Kecamatan Semarang Utara
  13. Kecamatan Semarang Tengah
  14. Kecamatan Semarang Barat
  15. Kecamatan Tugu
  16. Kecamatan Ngaliyan.