Strategi menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk miskin dan kelaparan, dilakukan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan  pemberdayaan masyarakat melalui (1) Pemberdayaan keluarga dan perlindungan sosial ; (2) Pemberdayaan  usaha skala mikro, kecil dan  koperasi melalui   LKM, KUB,  PKBM dan  kelompok swadaya masyarakat  (KSM); (3)  Peningkatan kelembagaan penanggulangan kemiskinan di tingkat kelurahan.
  2. Meningkatkan keterampilan,  produktivitas tenaga kerja  dan perlindungan tenaga kerja melalui pelatihan, sertifikasi dan pemagangan.
  3. Peningkatan  keterampilan dan  perintisan usaha bagi   tenaga kerja termasuk perempuan melaui KUB, PKBM dan KSM di tingkat kelurahan.
  4. Meningkatkan fasilitasi dan pelayanan perijinan, akses permodalan usaha dan perlindungan usaha mikro, kecil dan menengah serta koperasi 
  5. Meningkatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil melalui revitalisasi Posyandu, PMTAS bagi murid PAUD dan SD/sederajad dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat.

 

Strategi mencapai pendidikan untuk semua,   dilakukan sebagai berikan :

a)    Strategi untuk meningkatkan kualitas Proses Belajar Mengajar (PBM) melalui :

1)    Pelatihan, kursus dan diklat  tenaga pendidik secara berjenjang

2)    Menciptakan suasana proses belajar mengajar yang mendorong motivasi belajar siswa

3)    Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendukungn  PBM

4)    Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana penunjang Pendidikan yang berkualitas khusunya pendidikan dasar dengan menjalin kemitraan dengan stakeholder dan masyarakat luas

b)    Strategi untuk mewujudkan keterjangkauan biaya pendidikan dasar melalui :

1)    Optimalisasi peran serta swasta dalam turut serta membiayai penyelenggaraan pendidikan bagi siswa kurang mampu dengan memberikan beasiswa kepada mereka atau memberikan bantuan operasional kepada sekolah yang kurang berkembang melalui program CSR (corporate social responsibility).

2)    Menggali potensi pendanaan melalui kerjasama dengan stakeholder untuk mengurangi angka DO pada pendidikan dasar.

 

Strategi mencapai target menghilangkan ketimpangan gender di semua jenjang pendidikan, dibidang ketenagakerjaan dan politik  dilaksanakan  sebagai berikut  :

  1. Meningkatan pemahaman masyarakat tentang kesetaraan dan keadilan gender dalam bidang pendidikan melalui kegiatan sosialisasi.
  2. Memberikan beasiswa bagi anak usia sekolah yang kurang mampu dan khususnya anak perempuan yang tidak mampu pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar.
  3. Meningkatkan peran stakeholder dan masyarakat dalam turut serta meningkatkan rasio angka melek huruf perempuan terhadap laki-laki serta mengoptimalkan pelestariannya,
  4. Meningkatkan kapasitas dan ketrampilan perempuan serta memberikan akses perempuan dalam pekerjaan upahan di sektor non pertanian.
  5. Mengoptimalkanperan dan akses  perempuan dalam bidang politik, melalui peningkatan pendidikan politik bagi perempuan serta peningkatan keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif

 

Strategi mencapai target  menurunkan angka kematian Balita (AKBA) hingga dua per tiga sampai dengan tahun 2015  dilaksanakan  sebagai berikut  :

  1. Meningkatkan pelayanan kesehatan dalam penanganan bayi,  melalui peningkatan kompetensi bidan.
  2. Meningkatkan daya tahan bayi melalui pemberian ASI Eksklusif dan imunisasi, peningkatan sarana pojok laktasi, penyusunan peraturan ASI Eksklusif
  3. Meningkatkan asupan gizi pada ibu hamil sehingga mengurangi bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) melalui penyadaran tentang gizi yang baik.
  4. Peningkatan pelayanan balita melalui pengoptimalan Posyandu dalam pelaksanaan DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak) dan meningkatkan kualitas puskesmas dengan MTBS.

 

Strategi mencapai target  menurunkan angka kematian ibu (AKI)  dilaksanakan  sebagai berikut  :

  1. Penekanan jumlah angka kematian ibu melalui peningkatan peran Desa/Kelurahan Siaga menjadi Kelurahan Siaga Aktif.
  2. Peningkatan kompetensi bidan dalam penanganan persalinan, melalui diklat dan magang bagi bidan yang baru.
  3. Peningkatan partisipasi KB melalui peningkatan akseptor KB laki-laki, peningkatan kualitas PLKB dan Sub PPPKBD
  4. Mengoptimalkan peran posyandu dalam peningkatan pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan ibu hamil dan peningkatan kesadaran PUS untuk berpartisipasi dalam program KB
  5. Peningkatan peran PIK dan KRR dalam peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi bagi remaja sehingga mampu menekan terjadinya kelahiran diluar pernikahan dan aborsi serta seks pra nikah.

 

Strategi mencapai target  memerangi HIV/Aid`s, Malaria dan Penyakit menular lainnya,  adalah sebagai berikut  :

  1. Peningkatan ketrampilan dan profesionalisme tenaga kesehatan melalui pelatihan survailance, VCT, pelayanan DOTS, managemen pengendalian DBD.
  2. Peningkatan kualitas lingkungan sehat melalui peningkatan sarana sanitasi dasar, dan peningkatan jumlah rumah sehat
  3. Penanggulanan DBD, HIV AIDs perlu ada payung hukum yang tegas
  4. Peningkatan kerja sama dengan pengembang perumahan melalui komitmen dalam pemberantasan tempat perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk Aedes Aiygepty
  5. Peningkatan kesadaran masyarakat melalui KIE diberbagai media.
  6. Mengoptimalkan lembaga-lembaga peduli HIV AIDs dalam penanggulangan HIV AIDs.
  7. Meningkatkan peran swasta dalam penanganan DBD dan TB melalui pemanfaatan dana CSR.

 

Strategi mencapai target  memastikan kelestarian lingkungan hidup,  dilaksanakan  sebagai berikut  :

  1. Mengurangi penyalahgunaan lahan melalui pengendalian pemanfaatan ruang sesuai dengan RTRW, peningkatan kesadaran masyarakat dan penegakan hukum tata ruang;
  2. Mengurangi luasan lahan kritis dan potensi kritis melalui gerakan reboisasi dan konservasi lahan.
  3. Mengurangi lahan kritis melalui peningkatan kesadaran dan konservasi lahan serta dalam pemanfaatan lahan secara bijaksana.
  4. Meningkatkan luasan ruang terbuka hijau melalui pengelolaan pertamanan dan hutan masyarakat.
  5. Melakukan control kadar emisi karbondioksida melalui pengujian dan pengukuran emisi pada kendaraan bermotor dan industri, serta pemanfaatan sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil.
  6. Mengurangi pencemaran udara akibat pengelolaan pertanian melalui pemanfaatan bahan-bahan organik dalam pengelolaan pertanian dan pengolahan terhadap kotoran ternak
  7. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang BPO melalui optimalisasi kegiatan KIE mengenai bahaya BPO dan sejenisnya kepada masyarakat
  8. Meningkatkan control pemakaian BPO melalui pengawasan peredaran dan pemakaian BPO di masyarakat
  9. Meningkatkan kapasitas masyarakat nelayan melalui pembinaan kelompok nelayan.
  10. Meningkatkan pemerataan penyediaan air bersih ke seluruh masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana air bersih, pemeliharaan sumber-sumber air bersih yang ada di masyarakat, peningkatan swadaya masyarakat dalam penyediaan air bersih
  11. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sumberdaya air melalui KIE secara berkala
  12. Penyediaan sarana dan prasarana sanitasi dasar bagi masyarakat melalui pembangunan MCK komunal sekaligus juga pengolahan limbahnya.
  13. Penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu melalui fasiliasi pembuatan rumah murah sederhana

Optimalisasi pelaksanaan perda tata ruang yang ada melalui sosialisasi kepada masyarakat dan semua stakeholder bidang perumahan.